Minggu, 04 April 2010

Posisi Tidur Menjelaskan Kepribadian Seseorang

Tipe tidur gaya starfish (bintang laut) memiliki kepribadian yang sangat mudah bergaul dan rendah hati.

* GramediaShop : The White Lama
* GramediaShop : Pelajaran Cinta Untuk Harvard - Harvard`s Education

Sabtu, 3/4/2010 | 18:44 WIB

KOMPAS.com — Beberapa peneliti mengenai kesehatan tidur di Inggris mencari tahu apa kaitan posisi tidur seseorang dengan kepribadian kita. Ternyata kaitannya cukup erat. Berikut adalah 6 posisi tidur yang paling umum dari sekitar 1.000 responden dan kepribadian mereka.

Fetal. Posisi ini menempati posisi tertinggi dengan 41 persen responden mengatakan, mereka menggunakan posisi ini saat tidur. Orang yang tidur dengan posisi ini tidur dengan meringkuk, seperti bayi yang berada di dalam rahim. Umumnya tidur di salah satu sisi tubuh, kedua kaki menekuk dekat dengan perut. Kedua tangan menekuk di depan tubuh. Kepribadian orang yang tidur dengan posisi ini umumnya terlihat tangguh di luar, tapi sebenarnya sensitif di dalamnya, juga pemalu. Tipe ini juga mudah dan cepat relaks, tidak terlalu lama memusingkan masalah.

Log atau seperti balok kayu. Sebanyak 15 persen responden penelitian ini mengatakan tidur dengan posisi ini. Layaknya balok kayu, posisi tubuh tipe log umumnya tidur dengan menumpu pada salah satu sisi tubuh, kaki dan tangan lurus, tidak tertekuk. Orang yang tipe tidurnya seperti ini ditengarai memiliki kepribadian yang santai dan mudah bersosialisasi. Amat mudah percaya kepada orang asing. Namun, sayangnya kadang mudah tertipu oleh janji orang lain.

Yearner atau perindu. Selayaknya orang yang ingin memeluk, tipe yearner tidur dengan menumpu salah satu sisi tubuh, kaki lurus tak tertekuk, namun tangan seperti ingin menggapai. Lengan tergeletak lurus, seperti ingin menggapai. Tipe seperti ini biasanya memiliki kepribadian yang terbuka, namun tetap memiliki sikap sinis dan mudah curiga. Tipe ini juga lamban dalam mencapai keputusan dan sulit untuk mengubah pendirian dan pendapatnya.

Prajurit. Posisi ini menempati posisi keempat. Seperti prajurit yang selalu berada dalam keadaan siap siaga, posisi prajurit merupakan posisi orang yang tidur dengan keadaan rapi. Tubuh dalam keadaan telentang, kedua kaki dalam keadaan lurus, masing-masing lengan berada di sisi tubuh, juga lurus. Biasanya, orang yang tidur dengan tubuh ini adalah orang yang pendiam dan pemalu, tidak menyukai keributan. Tipe ini juga memiliki standar penilaian yang tinggi.

Freefaller. Sebanyak 7 persen responden penelitian ini mengatakan tidur dengan posisi ini. Posisi ini tidur dengan keadaan tengkurap. Biasanya, orang dengan tipe posisi tidur ini cenderung ceroboh, tergapah-gopoh, juga sensitif, namun memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi. Sayangnya, sulit untuk menerima kritik.

Bintang laut. Untuk mereka yang tidur dengan posisi kedua lengan tertekuk dan ditempatkan di sisi kepala, mereka ditengarai memiliki kepribadian sosial yang tinggi. Biasanya, mereka yang tidur dengan posisi yang dimiliki 5 persen para responden ini memiliki kepribadian yang mudah berteman. Siap untuk mendengarkan orang lain dan mudah menawarkan bantuan. Tipe ini pun memiliki sifat yang rendah hati, karenanya tak terlalu menyukai menjadi pusat perhatian.

Namun, para peneliti ini juga mengingatkan, seperti apa pun posisi tidur Anda, yang terpenting adalah bahwa Anda mendapatkan cukup waktu tidur, juga tidur dengan nyenyak. Kekurangan tidur dan masalah tidur lain bisa menimbulkan masalah pada kesehatan.

(sumber: kompas.com)

Menghadapi Flu dan Gejalanya dengan Cara Mudah

Minuman hangat bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat hidung tersumbat karena pilek.

* GramediaShop : Evolusi
* GramediaShop : Tugas-tugas Hercules - The Labours Of Hercules

Sabtu, 3/4/2010 | 22:05 WIB

KOMPAS.com - Ketika Anda sedang merasa badan Anda tidak segar, bangun pertahanan tubuh Anda di tempat tidur. Tempat tidur adalah tempat Anda untuk berbaring dan beristirahat. Tempat inilah yang akan membantu Anda memerangi penyakit. Satu hasil penelitian yang diterbitkan oleh Archives of Internal Medicine menemukan, bahwa para responden yang jumlah waktu tidurnya kurang dari 7 jam per malam memiliki kecenderungan tiga kali lebih mudah terserang gejala flu ketimbang mereka yang waktu tidurnya 8 jam atau lebih. Berikut adalah hal yang bisa membantu Anda meringankan rasa tidak nyaman saat sedang menghadapi flu ringan.

1. Minum cairan hangat
Beberapa minuman memang bisa membantu mencegah dehidrasi dan mempermudah aliran pernapasan, namun minuman hangat atau panas bisa memberikan efek yang melegakan saat terjadi penyumbatan pada pernapasan. Minuman panas atau hangat lebih baik ketimbang minuman dengan suhu yang setara dengan suhu ruangan. Selain membiasakan diri untuk meminum banyak air, cobalah untuk tak lupa meminum teh panas atau air hangat yang ditambahkan perasan lemon dan madu. Jika memungkinkan, tambahkan menu sup ayam ketika Anda sakit. Sup ayam memiliki zat antiradang yang bisa membantu melegakan dan memperlancar keluarnya cairan mucus dari hidung.

2. Madu, madu, madu!
Jika anak Anda memiliki kesulitan untuk tidur di malam hari akibat batuk, cobalah berikan satu sendok teh madu asli. Riset dari Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine menyatakan bahwa memberikan madu pada anak yang menderita batuk bisa meredam rasa gatal dan memberikan sedikit rasa nyaman di tenggorokkan anak. Hanya saja, jangan diberikan pada anak di bawah usia 1 tahun karena bisa berisiko terkena penyakit botulisme.

3. Berkumur air garam
Campurkan setengah sendok teh garam dengan segelas air hangat. Gunakan campuran tersebut untuk berkumur. Anda bisa gunakan campuran tadi untuk berkumur setiap 3-4 jam sekali untuk meredakan sementara rasa gatal di tenggorokan.

4. Membuka jalur pernapasan
Gunakan obat tetes untuk hidung khusus melegakan hidung tersumbat. Biasanya cairan ini tersedia pula untuk anak-anak. Sebuah studi pernah menyatakan, bahwa anak-anak yang menggunakan cairan pelega hidung tersumbat lebih cepat berkurang rasa tak nyaman karena hidung tersumbat ketimbang anak-anak yang tak menggunakannya. Tentunya penggunaan cairan ini pada anak-anak yang menggunakan obat tetes ini juga dibantu dengan obat-obatan yang sesuai penyakitnya.

5. Menambah kelembaban
Virus flu hidup lebih lama dalam keadaan yang kering. Menggunakan pelembab udara ruangan (humidifier) bisa mengurangi udara kering di sekitar ruangan. Pastikan pelembab udara bebas bakteri dan jamur pada alatnya dengan membersihkannya setiap 2-3 hari sekali.
Aslinya, kulit muka buku ini tidak ada warnanya, hanya siluet gambar. Yoris memberikan kesempatan untuk pemilik bukunya menuangkan kreativitasnya lewat warna dan corak agar bukunya bisa memiliki keterikatan dan kesan tersendiri dengan si pemilik.
Jumat, 2/4/2010 | 08:15 WIB

KOMPAS.com — Ketika menginjak usia 26 tahun, pada awal 2000-an, Yoris Sebastian sudah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe termuda di Asia. Selang beberapa tahun kemudian, ia meraih gelar International Young Creative Entrepreneur of the Year Awards dari British Council di London. Sejak awal kariernya hingga kini, mengutip istilah yang digunakan Andy F Noya untuk menjuluki pria ini dengan "spesialis penerima award" karena seringnya mendapatkan penghargaan nasional ataupun internasional untuk kreativitasnya. Lulusan SMA Pangudi Luhur ini kini sudah memiliki beberapa perusahaan sendiri. Kunci suksesnya? Kreativitas.

Tiga tahun yang lalu, tepat pada 1 April, Yoris menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai GM Hard Rock Cafe Jakarta. Di surat tersebut, Yoris mencantumkan bahwa ia ingin mendirikan perusahaannya sendiri serta menerbitkan buku. Tak ingkar janji, ia menggenapi kedua janjinya. Ia sekarang memiliki beberapa perusahaan, salah satunya, konsultan kreatif bernama OMG Consulting, dan pada 1 April 2010 kemarin, ia menerbitkan bukunya yang berjudul Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies.

Selama ia menjabat sebagai Creative Consultant, Yoris sering kali memenuhi permintaan untuk berbicara di berbagai workshop, seminar, dan lainnya mengenai kesuksesan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ia rangkum dan coba jawab lewat buku ini, harapannya, agar semakin banyak orang yang bisa ikut ketularan untuk menjadi "creative junkies" (pencandu kreativitas). Di buku ini, seperti yang tercantum pada judulnya, "Buku Pintar Seorang Creative Junkies", bisa jadi semacam panduan untuk seseorang mencoba mendobrak dan mencari jalan untuk menjadi kreatif. Rutinitas, insecure, bermain safe, adalah beberapa hal yang membuat seseorang terkungkung dan tidak bisa berpikir keluar dari jalur "mainstream". Yoris menuliskan buku ini seperti orang berbicara lisan sehingga mudah untuk dicerna serta ditambah dengan aktivitas-aktivitas untuk merangsang kreativitas.

Dalam bukunya, Yoris membagi buah pikirnya, yang berubah menjadi keyakinan, bahwa setiap orang itu bisa menjadi kreatif. Ia meyakini bahwa kreativitas merupakan sebuah keterampilan yang dapat dilatih dan dimunculkan dan tidak seperti IQ yang sifatnya bawaan dari lahir. Ketika kreativitas terus diasah melalui pembiasaan, hal tersebut akan melejit ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang dibayangkan.

Bagaimana dengan Anda? Siap menjadi seseorang yang kreatif untuk melejitkan kemampuan diri Anda? "Buku pintar" ini tersedia di toko-toko buku dengan harga kisaran Rp 60.000-Rp 70.000, dengan desain sampul buku bergambar siluet 10 wajah orang kreatif di sekitar hidup Yoris. Anda bisa mewarnai halaman depan tersebut sesuka Anda.


(sumber: kompas.com)